Setelah Dana Desa 8 persen cair, Kades Sukowono Kecamatan Sukowono langsung merealisasikan uang DD tersebut untuk penanganan Covid. Dengan dana yang bersumber dari APBN tersebut, kini di desa Sukowono berdiri 9 posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), satu ruang isolasi dan perlengkapan sesuai Protokol kesehatan (Protkes).

"Alhamdulillah, anggaran DD 8 persen, sebesar 117 juta Rupiah di desa Sukowono sudah cair. Dengan dana 8 persen, kita sudah mendirikan posko PPKM di 8 dusun dan 1 posko PPKM di balai desa Sukowono," ungkap Horifah, di ruang kerjanya, Senin (29/03/2021).
Lanjut Kades Sukowono, posko PPKM bertujuan untuk pusat pendataan terkait Covid di wilayah desa Sukowono. "Setiap posko terdapat 2 orang penjaga berseragam dan mereka mendapat honor," tegasnya.

"Selain pendirian posko PPKM, kita juga membentuk tim sosialisasi penanganan Covid desa Sukowono. Adapun anggotanya terdiri dari elemen perangkat desa, BPD, 3 pilar pemerintah desa dan seratus petugas sosialisasi," tuturnya.
Horifah juga menambahkan, setiap posko terdiri dari perlengkapan kesehatan, mebeler dan ATK. "Pemerintah desa Sukowono juga mendistribusikan wastafel di 3 lokasi tempat keramaian, yakni lapangan desa, alun – alun dan balai desa Sukowono," terangnya.
"Kita juga mendistribusikan masker di tiap RT. Jadi setiap RT akan mendapat satu box masker yang berisi 50 masker," jelasnya.
Lanjut Horifah, pemerintah desa Sukowono juga mempersiapkan makanan sehat jika ada warga penghuni ruang isolasi. “Bahkan BBM Ambuldes untuk pengantar pasien kita anggarkan,” jelasnya.
"Alhamdulillah, angggaran DD 8 persen, yakni 117 juta Rupiah, 86 juta Rupiah tahap pertama sudah terserap. Dan dalam minggu – minggu ini, posko PPKM akan aktif beroperasi," tuturnya.
Horifah berharap agar RT / RW dan petugas sosialisasi betul – betul maksimal mendata keluar – masuk warganya, agar diketahui kondisi kesehatannya. "Jadi peran aktif RT / RW serta petugas sosialisasi sangat penting untuk mengetahui kondisi warga di pandemi Covid," pungkasnya.